Pertanyaan dan jawaban

Pertanyaan
Nur Amalia Rizka - 1801619023
clarisya putri maulana - 1801619162
proses modeling/imitation dalam belajar sosial dapat ditemukan pada situasi/kasus
seperti,seorang anak mengamati sendiri kedua orang tuanya saat menerima tamu dengan menjawab salam, menjabat tangan, beramah tamah, dan seterusnya yang kemudian perilaku kedua orang tuanya tersebut saat menerima tamu diserap oleh memori sang anak dan pada saat ada tamu lagi sang anak akan meniru perilaku kedua orang tuanya saat menerima tamu sebelumnya. Dari memori yang ia simpan tersebut sang anak akan menerima tamu dengan menjawab salam dan seterusnya sama seperti perilaku kedua orang tuanya yang ia tiru. Dalam hal ini kedua orang tuanya memainkan peran penting sebagai model atau tokoh yang dijadikan contoh dalam berperilaku sosial. Semakin piawai dan berwibawa sang model maka semakin tinggi pula kualitas imitasi perilaku sosial yang dilakukan oleh sang anak.
maksud permintaan tidak biasa disini seperti apa ya? boleh dicontohkan?
proses imitation/modeling dalam belajar sosial boleh dijelaskan contoh
situasi/kasusnya bagaimana?
Jawab
jawab
Pada faktor pembentuk pengaruh sosial, terdapat kesepakatan yang didalamnya terdapat teknik pique yang diartikan sebagai target distimulasi oleh permintaan yang tidak biasa. Permintaan yang tidak biasa atau tidak umum disini adalah permintaan yang membuat si target tidak bisa menolak secara otomatis dan membuat target pemasaran serta tertarik untuk mengetahui lebih jauh mengenai permintaan tersebut. Seperti contoh, saat di supermarket atau pusat perbelanjaan biasanya penjual memasang harga produknya dengan nominal yang unik dan tidak bulat seperti Rp 9.900 padahal harga aslinya Rp 10.000 hal ini lebih menarik perhatian konsumen untuk sekedar melihat produk tersebut bahkan hingga membelinya. Contoh lainnya, misalnya di pinggir jalan terdapat seorang pengemis yang
membawa tulisan “ tolong beri saya sedikit uang” maka kemungkinan besar permintaan pengemis itu akan diabaikan, sedangkan jika pengemis membawa tulisan “ tolong beri saya uang 2000 rupiah, maka saya tidak akan kelaparan” hal ini akan lebih menarik perhatian pengguna jalan lainnya untuk memberi pengemis tersebut uang.
Muhammad Rivai-1801619019
bagaimana dengan seseorang mengalami disabilitas tuna netra yang tidak bisa
melihat objek modeling mohon dijelaskan?
jawab
dalam belajar modeling terdapat salah satu tipe yaitu verbal modeling. verbal
modeling terjadi jika kata-kata atau simbol-simbol lainnya dapat menimbulkan pengalaman sensori bagi pengamat. isyarat-isyarat verbal kemungkinan disiapkan oleh model atau diciptakan oleh pengamat. untuk penyandang disabilitas (tunanetra) mereka dapat tetap melakukan proses modeling atau imitasi dengan tipe ini.
Made Dayu Dilarse - 1801619032
Pengaruh sosial terjadi setiap kali kita bertindak sebagai jawaban atas tindakan
orang lain, namun hal ini tidak selalu terjadi dimana ada individu yang menolak untuk konform, patuh, atau bersepakat. Apa hal yang menyebabkan terjadinya resistensi terhadap pengaruh sosial?
jawab
Menurut kelompok kami hal yang dapat menyebabkan terjadinya resistensi terhadap
pengaruh sosial salah satunya adalah tidak sesuainya suatu perilaku atau tindakan dengan norma kelompok yang berlaku. Selain itu terjadinya resistensi terhadap pengaruh sosial juga dapat disebakan oleh bertentangannya suatu perilaku atau tindakan dengan pendapat pribadi yang ia anggap benar sehingga akan menimbulkan penolakan atau perlawanan yang akhirnya menyebabkan terhalangnya pembentukan pengaruh sosial pada satu individu.
putri andrea benita kirana - 1801619163
apakah bandura membuat teori belajar sosial hanya untuk mengkritik/membantah teori behaviorisme? apa saja yang dikritik dari teori behaviorisme sampai bandura membuat teori belajar sosial?
jawab
Menurut kelompok kami Albert Bandura membuat teori belajar sosial ini bukan
semata mata hanya untuk mengkritik atau membantah teori behaviorisme melainkan yang utama Bandura ingin mengembangkan teori behaviorisme yang menurutnya masih perlu dikembangkan lebih lanjut lagi. Bandura berpendapat, walaupun prinsip belajar cukup untuk menjelaskan dan meramalkan perubahan tingkah laku, prinsip itu harus memperhatikan dua fenomena penting yang diabaikan atau ditolak oleh paradigma behaviorisme untuk itu Bandura akhirnya membuat teori belajar sosial ini yang menerima kebanyakan prinsip teori perilaku (behavioristik), tetapi terfokus jauh lebih banyak pada efek isyarat pada perilaku dan pada proses mental internal, dengan menekankan efek pemikiran pada tindakan dan tindakan pada pemikiran. Bandura (dalam Panen, 2005:4.6) menjelaskan hal-hal yang menjadi kekurangan teori belajar behavioristik yaitu :
a. Teori behavioristik sukar diterapkan pada situasi kehidupan nyata.
b. Teori belajar behavioristik tidak menerangkan mengenai terjadinya pembelajaran
perilaku baru.
c. Teori belajar behavioristik hanya dapat menerangkan pembelajaran langsung (direct learning), di mana konsekuensi diberikan segera setelah perilaku belajar terjadi, tidak untuk pemadanan yang tertunda (delayed matching), di mana konsekuensi diberikan kemudian. Dengan berbagai kekurangan dari teori behaviorisme ini Albert Bandura akhirnya mengembangkan teori belajar sosial.
Windya Nur Sabrina - 1801619156
Apa saja motivasi dalam belajar menurut Bandura? Manakah yang paling
berpengaruh?
jawab
Motivasi dalam belajar menurut Bandura mencakup dorongan dari luar seperti,
adanya reward dan punishment dalam belajar, selain itu ada juga dorongan dari dalam seperti keinginan untuk menjadi lebih baik dan harapan masa lalu. Menurut Bandura keduanya memiliki pengaruh yang sama besarnya dan saling berkaitan karena jika tidak ada dorongan dari luar maka motivasi belajar individu tidak akan maksimal, begitu pula sebaliknya jika tidak dorongan dari dalam dan hanya mengandalkan dorongan dari luar pun motivasi dalam belajar pun tidak akan maksimal. Sehingga baik dorongan dari luar maupun dalam harus sama sama dimiliki setiap individunya dalam melakukan pembelajaran.
Raden Tri Utami - 1801619099
mengapa normative sosial influence ini disebut juga sebagai keinginan untuk
disukai?
jawab
karena pada normative social influence, terdapat tekanan yang merefleksikan norma
sosial sebuah kelompok. Tekanan dalam hal ini berupa harapan tentang perilaku yang telah dipegang oleh anggota kelompok. Sehingga dalam hal ini pengaruh sosial yang terbentuk harus sesuai dengan norma sosial yang berlaku agar dapat diterima oleh seluruh anggota kelompok tersebut. Maka normative social influence ini dapat disebut juga sebagai keinginan untuk disukai yaitu untuk disukai dan diterima oleh anggota kelompoknya.
Annisa Ramadhani - 1801619155
Dalam ppt disebutkan bahwa faktor pembentuk pengaruh sosial dalam kehidupan sehari hari dipengaruhi oleh 3 komponen yaitu media massa, kelompok sebaya, dan lembaga pendidikan,agama, organisasi kerja.Jika bisa diurutkan manakah dari ketiga komponen tersebut yang paling penting dan berpengaruh dalam membentuk pengaruh sosial dan kenapa?
Jawab
Menurut kelompok kami, ketiga komponen tersebut memiliki peran yang sama
pentingnya dan saling berkaitan dalam membentuk pengaruh sosial. Karena ketiga
komponen ini merupakan sama sama komponen diluar faktor keluarga yang dapat
membentuk pengaruh sosial. Namun, jika dilihat dari pengaruhnya menurut kami kelompok sebaya merupakan komponen yang paling berpengaruh karena intensitas dan kedekatan dengan teman lebih terasa sehingga kelompok sebaya lebih berpengaruh dalam membentuk pengaruh sosial. Selanjutnya adalah komponen lembaga pendidikan, agama atau organisasi kerja karena menurut kami setiap individu pasti mengikuti salah satu dari lembaga tersebut dan juga biasanya dalam lembaga lembaga tersebut terdapat peraturan yang mengikat sehingga setiap individu yang termasuk kedalam lembaga tersebut pasti akan mendapat pengaruh sosial dai lembaga yang diikutinya. Dan yang terakhir menurut kami adalah media massa karena media massa saat ini semakin massive membuatnya menjadi salah satu faktor pembentuk pengaruh sosial yang cukup memberi pengaruh yang
besar dalam membentuk pengaruh sosial.
Azka Maulidah S - 1801619081
jika seseorang meniru perilaku yang seharusnya tidak ditiru atau dijadikan
model. Hal apa yang dapat dilakukan untuk mengatasi serta mencegah hal itu terjadi?
Jawab
menurut prinsip-prinsip kondisioning, prosedur belajar dalam mengembangkan
perilaku sosial dan moral pada dasarnya sama dengan prosedur belajar dalam
mengembangkan perilaku-perilaku lainnya, yaitu dengan reward dan punishment. dengan memberlakukan reward dan punishment akan terpikirkan oleh pengamat untuk memutuskan perilaku sosial mana yang perlu ia perbuat.
Kecakapan-kecakapan sosial tertentu bisa diperoleh dengan mengamati dan
mencontoh tingkah laku model-model yang ada. Juga reaksi-reaksi emosional yang
terganggu yang dimiliki seseorang bisa dihapus dengan cara orang itu mengamati orang lain yang mendekati objek-objek atau situasi-situasi yang ditakuti tanpa mengalami akibat yang menakutkan dengan tindakan yang dilakukannya. Pengendalian diri pun bisa dipelajari melalui pengamatan atas model yang dikenai hukuman. Status dan kehormatan model amat berarti dan orang-orang pada umumnya dipengaruhi oleh tingkah laku model-model yang menempati status yang tinggi dan terhormat di mata mereka sebagai pengamat.
Miai Fattah Rizki - 1801619097
Dalam pembelajaran modeling, tokoh atau model yang seperti apakah yang
dapat meningkatkan proses imitasi atau modelling dalam teori belajar sosial menurut albert
bandura?
Jawab
karakteristik modeling akan memengaruhi efektivitas proses belajar modeling. dua
karakteristik modeling yang terpenting adalah kesamaan model dan status model.
kesamaan karakteristik antara pengamat dengan model akan memengaruhi efektivitas proses belajar modeling yang dilakukan oleh pengamat. status menunjukan pada kualitas dari nilai atau harga yang dimiliki model. status dapat
berupa posisi atau peran model di lingkungannya
1.1k