Nurwulan Pusfitasari 1A_2101822_Hadits

Dapat disimpulkan bahwa, kemunculan ilmu hadits merupakan pengejawantahan dari perintah Allah SWT sendiri untuk berhukum pada hadits di samping Alquran. Dalam sejarah Ilmu Haits, ada sebagian ahli dalam hadits riwayah saja dan ada yang ahli dalam hadits dirayah saja, dan juga ada kelompok yang ahli keduanya, seperti Imam Malik dan Imam Syafi'i. HADITSPendahuluanKeharusan Kaum Mukminin Mengikuti Hadist-Hadist RasulullahPengertian Hadits, Sunnah dan KhabarKitab-Kitab Kumpulan HadistProses Periwayatan HaditsHubungan Antara Hadits dengan Alquran sebagai Sumber Ajaran IslamIlmu HadistJenis dan Tingkatan HaaditsTigkatan Kualitas HaditsHadist merupakan sumber syariah Islam kedua setelah Alquran. Hadits baru dituliskan pada masa kelhalifahan Umar bin Abdul Aziz. r. a. Hadits-hsdits ini disampaikan secara lisan kepada sahabat lain yang tidak mendengar atau melihat langsung dari Nabi. Meskipun demikian, ada juga sahabat yang sedikit menuliskannya sebagai catatan pribadi yaitu Abdullah bin Amr, Hadits Qauli atau Sunnah QauliyyahHadits Fi'li atau Sunnah Fi'liyyah Hadits Taqriri atau Sunnah TaqririyyahKeharusan kaum mukminin untuk mengikuti hadits-hadits dari Rasulullah saw. didasarkan dari beberapa ayat Alquran, salah satunya Qs. Al Ahzab/33 : 36.Segala yang diucapkan oleh Rasulluloh saw. setelah beliu diangkat menjadi Rasul, baik pernyataan, perintah atau larangan.Apa yang diberitakan oleh sahabat mengenai apa yang dilakukan oleh Rasul saw., baik pekerjaan yang berkaitan dengan syari'ah atau kehidupan sehari-hari.Yang dikatakan atau dilakukan para sahabat di hadapan Nabi, atau tidak dihadapan Nabi tapi Nabi mengetahuinya, dan Nabi s.a.w. membenarkannya atau membiarkannya dan tidak melarangnya.Hadits sebagai penguat (ta'kid) terhadap AlquranHadits sebagai penjelas terhadap AlquranHadits sebagai musyri' (penetap dan pembuat hukum syariatIlmu yang mempelajari seluk beluk yang berkaitan cara pemindahan hadits dari Nabi saw, dari para sahabat, atau dari para Tabi'in (orang-orang yang hidup semasa para sahabat), dengan cara mengetahui para periwayat hadits (rawi) dari sudut kredibilitas intelektual (dhabt) dan kredibilitas kepribadian ('adalah); dan keadaan sanadnya, yaitu rangkaian dari satu rawi ke rawi lainnya, apakah bersambung atau terputus. Ilmu Haits RiwayahIlmu Hadits Dirayah Seorang ahli hadis riwayah itu cukup memindahkan atau menyampaikan hadits-hadits Nabi saw. iti secara begitu adanya, dengan ketelitian dan kejujuranhadis yang melakukan penyaringan (tamhish), memilah-milah hadits (tamyiz), melakukan kritik terhadap isi haits (naqd), dan mengkaji aspek-aspek yang menentukan shahih tidaknya suatu hadits atas dasar sanadnya (bahts), serta serta memahami secara ilmiah kandungannya. Ketetapan Alquran senantiasa mendapat pengokohan dan penguatan dari hadits. Hal ini, umpanya terkait dengan banyaknya hadits yang menerangkan tentang kewajiban shalat, zakat, puasa, larangan musyrik dll. (Qs. Al Hajj/22 : 30).Memberikan kejelasan makna terhadap ayat-ayat Alquran yang maknanya masih samar-samar atau umum. Hadits juga berfungsi sebagai alat memberikan hulum khusus terhadap Alquran.Yaitu apa yang dikatakan atau dilakukan para sahabat di hadapan Nabi, atau tidak dihadapan Nabi tapi Nabi mengetahuinya, dan Nabi s.a.w. membenarkannya atau membuarkannya dan tidak melarangnya. Antara prose periwayatannya dengan isnad hadits dapat dilihat dalam bagan berikut : Alur Periwayatan hadits : Nabi Muhammad Saw. --> Sahabat ra. --> Tabi'in --> Tabi'it-Tabi/in --> Rawi-rawi lain --> Mudawwin Alur Isnad hadits : Nabi Muhammad Saw. <-- Sanabat ra. <-- Tabi'in <-- Tabi'it-Tabi/in <-- Rawi-rawi lain <-- Mudawwin Hadits Mutawatir Hadits AhadSuatu hadits hasil tanggapan dari panca indera, yang diriwayatkan oleh sejumlah besar rawi, yang menurut adat kebiasaan mustahil mereka berkumpul dan bersepakat untiuk melakukan dusta. Oleh karena itu, maka suatu hadits, disebutbmutawatir, apabilah telah memenuhu 3 syarat diantaranya : Pewartaan yang disampaikan rawi-rawi tersebut berdasarkan tangkapan pancaindra, jumlah rawi-rawi harus mencapai suatu ketentuan yang tidak memungkinkan mereka bersepakat bohong, dan adanya keseimbangan jumlah antara rawi-rawi dalam setiap lapisan yang meriwayatkan. Ahad secara lughawi (kebahasaan) artinya satu-persatu. Suatu hadits dikatakan hadits ahad, apabila tidak memenuhi syarat-syarat mutwattir. Hadits ShahihHadits Hasan Berkesinambungan rawi-rawinya; diterima dari rawi yang adil ; dlabith (memiliki kredibilitas intelektual); tidak cacat, dan; tidak bertentangan dengan riwayat yang lebih kuat darinya. Hadits Dha'ifhadits yang sanadnya berkesinambungan tanpa putus, disampaikan oleh para periwayat (rawi) yang adil, tetapi ada di antara periwayat (rawi) yang kurang kedhabitan (kekuatan hafalan) nya. Hadits yang tidak memenuhi kriteria hadits shahih dan hadits hasan, baik dalam sanad, ataupun pada rawi nya, atau mengandung cacat ('illat) dan bertentangan dengan riwayat yang lebih kuat. Kitab Shahih Bukhari Kitab Shahih MuslimKitab Sunan Abu DaudKitab Jami'ut-TurmudziKitab Sunan An-Nasa'iKitab Sunan Ibnu Majah
7