Sistem Keselamatan Kapal

SISTEM KESELAMATAN KAPAL
Identitas Kapal
Penanggungjawab Utama
Persyaratan Kru Kapal
Resiko Operasi Kapal
Persiapan Kondisi Darurat
Prosedur Operasi di Kapal
Dokumentasi
Perlengkapan Keselamatan Kapal
Verifikasi, Review dan Evaluasi
Kondisi Operasional
Normal
Emergency
Detal Kapal
Nama
Tipe Kapal
IMO Number
Class Number
LOA Kapal
Desain & Layout Umum
Penataan Umum Mesin
Tipe Propulsi
Daya Mesin Utama
Layout Ruang Mesin
Pelindung Tiap Ruang
Ringkasan Operasional
Area Operasi
Aktifitas Kapal
Durasi Pelayaran
Kecepatan Dinas Kapal
Sertifikat Kru
Kontak Detail
Pemilik Kapal
DPA
Memiliki Sertifikat Dasar
Memiliki Sertifikat Pelatihan Tambahan Sesuai Jenis Kapal
Briefing Penumpang & Kru (Prinsip Kerja & Praktek)
Verifikasi Prosedur
Pemeriksaan Kapal Pre-Depature
Persiapan Kapal Sandar
Tujuan
Proses
Menyiapkan penyikapan kondisi darurat dengan tepat dan akurat
Kru memahami emergency plan
Kru mengetahui tugas dan kewajibannya saat emergency plan
Kru mampu mengimplementasikan tugasnya
Sistem
Perlengkapan
Sistem Keselamatan Jiwa
Sistem Pemadaman Kebakaran
Sistem Isyarat/Signal dan Radio
Tujuan
Fase Pertimbangan
Pre Abandonment
Abandonment
Survival
Detection
Retrieval
Melindungi dan menolong orang pada kondisi darurat
Life Boat (6-150 orang)/Life craft (4-25 orang)/ life float/ sekoci penumpang
Bouyant Apparatus (6-30 Orang)
Boat Handling Gear
Life Boat Launching
Lifting Gear, dll.
Signalling Apparatus
Red Flare
Signal & Radio, dll.
Pemegang Tanggungjawab
Kapten/master/nahkoda
Kewajiban
Tanggungjawab
Membuat, merawat, mereview & mengembangkan sistem keselamatan kapal
Mengidentifikasi, mengirimkan, meriview & mengembangkan pelatihan untuk kru mengatasi keadaan darurat
Membuat jadwal, mereview, meningkatkan perawatan rutin kapal
Menyelidiki insiden, kejadian, nonconformity & kelemahan sistem keselamatan kapal dan penanganannya
Memastikan kapal layak berlayar
Memastikan kapal memenuhi persyaratan standar regulasi SOLAS
Engine Log Book
Deck Log Book
Jika terdapat kejadian diluar prosedur, kru dan master mencatat sebagai evaluasi dan pedoman di prosedur baru
Mendefinisikan Istilah Kejadian
Menetapkan Kategori
Menentukan Konsekuensi
Membuat Matrik Kategori dan Konsekuensi
Menetapkan Cara Penanganan
Menggabungkan Matrik Risiko Kapal Operasi
Catastrophe
Major
Moderate
Minor
Insignificant
Almost Certain (70%)
Likely (30%)
Possible (20%)
Unlikely (10%)
Rare (5%)
Hazard
Foreseeable Risk
Risk
Likelihood
Consequence
Risk Treatment, Management, Control
Residual Risk
Tolerable Risk
Risk Register
Risk Prioritization
Kejadian yang bisa menimbulkan kecelakaan
Risiko yang bisa dihindari
Kemungkinan akibat hazard
Nilai kemungkinan terjadinya risk
Dampak terjadinya hazard
Hal untuk mengatasi risk
Jika hazard tidak sepenuhnya diatas
Risiko yang dapat ditolerir
Tabel/catatan semua risiko pada kapal
Pengurutan prioritas risiko yang perlu ditangani
Banyak korban jiwa, kerugian 100%, operasi dibekukan, kerusakan lingkungan luas
Ada korban jiwa, kerugian 50%, operasi terganggu 70%, kerusakan lingkungan mayor
Korban perlu perawatan medis, kerugian 10%, operasi terganggu 40%, kerusakan lingkungan signifikan
Cukup pertolongan pertama, kerugian <10%, operasi terganggu 5%, kerusakan lingkungan kecil
tidak ada cidera, tidak ada kerugian, tidak ada gangguan operasi, tidak ada kerusakan lingkungan
31 2