PUISI

PUISI
Jenis Puisi Baru
Naratif
Balada
Romansa
Lirik
Elegi
Ode
Serenada
Deskriptif
Satire
Kritik sosial
Impresionistik
Jenis Puisi Lama
Pantun
1 bait terdiri dari 4 baris
2 baris pertama disebut sampiran, 2 baris
berikutnya disebut isi
Pola rima a-b-a-b
Tiap baris terdiri dari 8-12 suku kata
Berburu ke padang datar,
mendapat rusa belang kaki.
Berguru kepalang ajar,
bagai bunga kembang tak jadi.
Syair
1 bait terdiri dari 4 baris
Tiap baris terdiri dari 4-10 suku kata
Seluruh bagian merupakan isi
Pola rima a-a-a-a
Dengarlah wahai anakanda
Rajinlah belajar sepanjang masa
Ilmu tiada pernah habis dieja
sebagai bekal sepanjang usia
Gurindam
Terdiri atas 2 baris
Baris pertama disebut sebab, baris kedua
disebut dugaan/jawaban
Pola rima a-a
Si murid akan terus melawan
Jika dididik dengan bentakan
Unsur-unsur
Intrinsik
Tema dan Amanat
Penggunaan Makna
Citraan/Pengimajinasian
Majas dan Irama
Ekstrinsik
Latar belakang penulis
Sosial budaya
Alam
Karakteristik
Puisi Lama
Nama pengarang anonim (tidak diketahui)
Terdiri atas 8-12 suku kata
Merupakan sastra lisan (disampaikan dari
mulut ke mulut)
Jumlah kata, baris, saja, dan irama
ditentukan
Puisi Baru
Padat akan makna
Bentuk monolog
Tidak disajikan dalam bentuk paragraf
Beredar melalui tulisan
Jumlah kata, baris, sajak, dan irama sesuai
kehendak penulis
Definisi
Puisi Lama
Puisi yang masih terikat dengan
aturan-aturan baku tertentu dalam
pembuatannya.
Puisi Baru
Puisi yang tidak terikat dengan
aturan-aturan baku tertentu dalam
pembuatan atau pembacaannya
22