Pada tahun 1958, H. L. Williams adalah salah satu orang yang pertama menyatakan bahwa keandalan elemen manusia harus dimasukkan ke dalam prediksi keandalan sistem; jika elemen manusia tersebut tidak dimasukkan, maka nilai keandalan yang diperoleh tidak menggambarkan nilai keandalan sistem yang sesungguhnya
Di tahun 1960, A. Shapero melaporkan bahwa human error merupakan faktor dengan proporsi terbesar (20 – 50%) yang menyebabkan kegagalan dari semua peralatan. Dan di tahun yang sama, W. I. LeVan melaporkan bahwa 23 – 45 % dari kegagalan sistem dihasilkan dari human error. Hingga saat ini, telah banyak dihasilkan laporan penelitian yang berkaitan dengan human error yang merupakan salah satu faktor dalam menentukan nilai keandalan sistem (Dhillon, 1987: 2 – 3)
Di Indonesia sendiri penelitian tentang human reliability dilakukan dengan cara terpisah-pisah dan masih memerlukan pengembangan tentang penggunaan beberapa metode penilaian human error secara kualitatif maupun kuantitatif. Namun dari beberapa laporan penelitian yang diperoleh, dapat ditemukan bahwa penelitian mengenai human error telah dilakukan di berbagai industri di Indonesia