Ulya, Jurnal Ulul Albab Volume 12, No. 2 Tahun 2011. Jurusan Ushuluddin STAIN Kudus.
Latar Belakang: Pemikiran Islam Fazlur Rahman tampil sebagai sosok yang meyakinkan dan cemerlang dalam merumuskan metode penafsiran al Quran. Orisinalitas metode penafsiran yang dirumuskan terletak pada digunakannya filsafat, ilmu-ilmu sosial dan humaniora. Metode yang dibangun Rahman seringkali disebut dengan hermeneutika double movement atau hermeneutika gerakan ganda.
Tujuan Penelitian: Pemikiran Fazlur Rahman tentang bangunan metode penafsiran al Quran yakni hermeneutika double movement dan implikasinya pada corak penetapan hukum dengan rincian bahasan sebagai berikut: pendahuluan, setting kehidupan Rahman, bahasan mendalam tentang hermeneutika double movement, dan hukum bervisi etis, kemudian diakhiri dengan catatan penutup.
Metode Penelitian: Peneliti menjelaskan secara rinci metodologi penafsiran dengan teori doble movement.
Hasil Penelitian:
Biografi Fazlur Rahman dan Tatanan Sosio Kulturalnya
Sekilas Tentang Hermeneutika
Hermeneutika Double Movement
Review: Jurnal ini sudah baik, memiliki kelemahan karena tidak menjelaskan metode penelitian yang digunakkan, tetapi menjelaskan secara rinci bagaimana teori double movement. Sehingga jika kita membaca jurnal ini, maka hanya menemukan teori dan tidak mendapatkan hasil pembaharuan hukum Islam yang dimaksud.