Pengertian perkembangan kognitif peserta didik
Pengertian Perkembangan Kognitif Peserta Didik Salah satu tujuan pendidikan Islam adalah pendidikan akal (al-ahdaf al-aqliyah) yang mengarah pada perkembangan inteligensi yang berguna mengarahkan manusia sebagai individu untuk dapat menemukan kebenaran yang sebenar-benarnya. Dalam pendidikan Islam, bukan hanya memberikan titik tekan pada hafalan tapi lebih pada proses intelektualitas dan proses pemahaman.
Piaget membagi tahapan perkembangan kognitif menjadi empat, yaitu:
Tahap sensorimotorik (0-2 tahun). Tahap ini juga disebut masa discriminating dan labeling. Pada masa ini kemampuan anak terbatas pada gerakgerak reflex, bahasa awal, dan ruang waktu sekarang saja.
Tahap praoperasional (2- 4 tahun)
Tahap operasional konkrit (7-11 tahun) Tahap ini juga disebut masa performing operation.
Tahap operasonal formal (11-15 tahun) Tahap ini juga disebut masa proportional thinking.
Komponen Keterampilan Kognitif Peserta Didik
Metakognitif adalah suatu proses menggugah rasa ingin tahu karena individu menggunakan proses kognitif untuk merenungkan proses kognitifnya sendiri.
Strategi Kognitif Menurut Gagne (Pannen, 1997: 3-4), strategi kognitif adalah kemampuan internal yang terorganisasi yang dapat membantu siswa dalam proses belajar, proses berpikir, memecahkan masalah, dan mengambil keputusan. Strategi kognitif didasarkan pada paradigma konstruktivisme dan pengalamanpengalaman praktis dilapangan.
Gaya Kognitif adalah pola yang terbentuk dari cara individu memproses informasi, yang cenderung stabil dan dicapai dalam jangka waktu yang cukup lama, meskipun ada kemungkina untuk berubah.
Pemikiran Kritis adalah kemampuan untuk berfikir secara logis, reflektif dan produktif yang di aplikasikan dalam menilai situasi untuk membuat pertimbangan dan keputusan yang baik.
Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Kognitif Peserta Didik
Faktor lingkungan Terdapat dua faktor lingkungan yang sangat besar peranannya yakni keluarga dan sekolah
Faktor hereditas Berarti berarti semenjak dalam kandungan, anak telah memiliki sifat-sifat yang menentukan daya kerja intelektualnya.
Beberapa strategi yang dapat digunakan guru dalam membantu peserta didik mengembangkan proses-proses
Ajak peserta didik memfokuskan perhatian dan meminimalkan gangguan. Gunakan isyarat, gerakan dan perubahan nada suara yang menunjukkan bahwa ada sesuatu yang penting.
Bantu peserta didik untuk membuat isyarat atau petunjuk sendiri atau memahami satu kalimat yang perlu mereka perhatikan.
Gunakan media dan teknologi secara efektif sebagai bagian dari pembelajaran di kelas
Ubah lingkungan fisik dengan mengubah tata ruang, model tempat duduk, atau berpindah setting ruangan
Upaya yang dapat dilakukan guru dalam mengembangkan kemampuan kognisi peserta didik antara lain:
Guru harus mengajar dan menganjurkan kepada peserta didik untuk menggunakan strategi belajar yang sesuai dengan kelompok usia mereka.
Memberikan pelatihan tentang strategi belajar, kapan, dan bagaimana menggunakan strategi untuk mempelajari tugas- tugas baru dan sulit.
Menunjukkan strategi belajar dan mendorong peserta didik untuk menggunakan strateginya sendiri.
Mengidentifikasi situasi- situasi terkait kemungkinan suatu strategi dapat digunakan dalam belajar
Daftar materi
pada KB yang sulit
dipahamiig
1. Penjelasan tahapan perkembangan kognitif menurut Piaget
2. Perbedaan perkembangan kognitif menurut Piaget dan Vygotsky
3. Pengertian implusif dalam pengendalian kognitif anak
Daftar materi yang sering mengalami miskonsepsi dalam pembelajaran
Implikasi dalam pembelajaran perlu melihat bangunan metodologi pendidikan Islam sehingga dari situ dapat ditentukan beberapa strategi pembelajaran dengan mempertimbangkan aspek perkembangan kognitif peserta didik. Prinsip pemakaian metodologi pendidikan agama Islam dibagi menjadi:
1.Pengenalan yang utuh terhadap peserta didik: umur, kepribadian, dan tingkat kemampuan mereka
2.. Menegakkan uswah hasanah (contoh tauladan yang baik) terhadap peserta didik