1. Pengertian Psikologi berasal dari bahasa Yunani yaitu Psyche (Jiwa) dan Logia/Logos ( ilmu).
Secara lebih rinci psikologi dapat diartikan sebagai salah satu bidang ilmu pengetahuan dan ilmu terapan yang mempelajari tentang perilaku, fungsi mental dan proses mental manusia melalui prosedur ilmiah. Fungsi dan tujuan nya adalah Describe, Explain, Predict, dan Control.
2. Sejarah Psikologi Terbagi atas Zaman Yunani Kuno, Abad Pertengah, Abad 19, dan Abad Modern. Konsep psikologi dapat ditelusuri jauh ke masa Yunani kuno. Psikologi memiliki akar dari bidang ilmu filsafat yang diprakarsai sejak zaman Aristoteles sebagai ilmu jiwa, yaitu ilmu untuk kekuatan hidup (levens beginsel). Aristoteles memandang ilmu jiwa sebagai ilmu yang mempelajari gejala. Di abad 17 inilah psikologi mulai memisahkan diri dari filsafat dan berdiri menjadi disiplin ilmu formal yang berdiri sendiri.
3. Srtrukturalisme & Fungsionalisme. Stukturalisme ini adalah awal munculnya pernyataan psikologi sebagai disiplin ilmu yang bersifat otonom dan dibangun menggunakan laboratorium penelitian. Namun karena banyaknya pendapat dan pertentangan maka munculnya banyak aliran-aliran psikologi lainnya. Aliran Fungsionalisme adalah aliran yang bertentangan dengan aliran yang mendahuluinya yaitu strukturalisme. Fungsionalisme adalah suatu aliran dalam psikologi yang menekankan pada proses mental dan menghargai manfaat psikologi serta mempelajari fungsi-fungsi kesadaran dalam menjembatani antara kebutuhan manusia dan lingkungannya. Fungsionalisme menekankan pada totalitas dalam hubungan pikiran and perilaku. Aliran juga memandang bahwa psikologi tidak cukup hanya mempermasalahkan apa dan mengapa terjadi sesuatu (pandangan strukturalisme) tetapi juga perlu memandang mengapa dan untuk apa (fungsi) suatu tingkah laku tersebut terjadi.
4. Gestalt. Sering disebut dengan field theory atau insight full learning. Gestalt merupakan salah satu aliran psikologi yang mempelajari suatu gejala sebagai suatu keseluruhan atau totalitas. Data-data dalam psikologi Gestalt disebut sebagai phenomena (gejala). Suatu pengalaman harus dilihat secara netral. Teori ini menjelaskan proses persepsi melalui pengorganisasian kompo- nen komponen sensasi yang memiliki hubungan, pola, ataupun kemiripan menjadi satu kesatuan.
5. Teori Perkembangan. Moral Menurut Kohlberg perkembangan moral adalah ukuran dari tinggi rendahnya moral seseorang berdasarkan perkembangan penalaran moralnya. Teori ini berpandangan bahwa penalaran moral (dasar perilaku etis), memiliki enam tahapan perkembangan yang dapat teridentifikasi. Keenam tahapan tersebut dibagi ke dalam tiga tingkatan: pra-konvensional, konvensional, dan pasca-konvensional. Psikoseksual, Fase ini mengandung potensi konflik antara keinginan anak untuk kepuasan atau kepuasan instan dan keinginan orang tua
yang mungkin melibatkan penundaan kepuasan anak. Psikososial, Teori yang dikemukan oleh erikson hampir sama dengan teori psikoseksual dari Freud. Hanya saja teori Erikson lebih fokus pada perkembangan sosial mulai dari bayi hingga dewasa.
6. Kesehatan, Stres dan Coping. Stres adalah perasaan cemas atau mengancam yang muncul saat kita mengartikan
atau menilai situasi yang menurut kita melampaui batas penangan psikologis yang kita miliki (Lazarus, 1999).
Pikiran dan tubuh kita dapat memberikan respon panik yang berlebihan terhadap stres yang muncul (biasanya dialami oleh orang dengan gangguan panik) namun demikian di sisi lain kita juga dapat menggunakan pikiran dan tubuh kita untuk mengatasi stres.
Penyesuaian diri dalam menghadapi stres, dalam konsep kesehatan mental dikenal dengan istilah coping (Siswanto, 2007). Coping. Weiten dan Lloyd (2014) mengungkapkan bahwa coping merupakan upaya-upaya atau usaha-usaha untuk mengatasi, megurangi, atau memberikan toleransi terhadap ancaman dan beban perasaan yang tercipta karena stres.
7. Psikodinamik. Teori kepribadian psikodinamik Freud menekankan pentingnya pengalaman masa kanak -kanak awal, pikiran bawah sadar atau pikiran yang ditekan yang tidak dapat diakses oleh seseorang secara sukarela, dan konflik antara kesadaran dan kekuatan bawah sadar yang mempengaruhi perasaan, pikiran, dan perilaku seseorang.
Freud tidak hanya percaya bahwa kekuatan psikologis bawah sadar memiliki pengaruh kuat pada kepribadian tetapi juga bahwa kekuatan tersebut berasal dari pengalaman anak usia dini. 3 teknik yang digunakan oleh Freud dalam menganalisa alam bawah sadar seseorang yaitu Asosiasi bebas, Interpretasi mimpi, Freudian slips. Ada juga Divisions of The Mind yang terdiri dari Id : Pleasure Seeker, Ego: Executive Negotiator between Id and Superego, dan Superego: Regulator
8. Humanistik. Teori humanistik menekankan kapasitas pertumbuhan pribadi seseorang ,pengembangan potensi, dan kebebasan untuk memilih takdir kita. Teori humanistik menolak determinisme biologis dan irasional, kekuatan bawah sadar dari teori psikodinamika Freud. Teori humanistik menekankan kebebasan memilih untuk bermimpi dan mengubah takdir seseorang. 3 karakteristik unik mengenai teori humanistik yaitu Perspektif Fenomenologis, Pandangan Holistic. Aktualisasi Diri.
by : Al Fiyyah Rifdah 10521076